Review Novel Teenlit Misteri: Terror by Hazaki Akira
Identitas buku
Judul buku: Terror
Penulis: Hazaki Akira
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Grasindo
Jumlah halaman: 204
Genre: misteri, petualangan, fantasi
Deskripsi Buku
“Aku akan menghabisi nyawamu.”Akane Yoshida, seorang gadis berumur 11
tahun yang sedang kehilangan keluarganya, berada dalam bahaya. Seorang penjahat
yang dijuluki Pria Penyantap Ulat Bulu oleh Akane, mengincar nyawa Akane dan orang-orang
terdekatnya. Akane bersama Akemi, Hana, dan Galih, berusaha melindungi diri
dari setiap serangan yang datang mendadak dari Pria Penyantap Ulat Bulu itu. Lalu,
bagaimana nasib Akane? Apa alasan Pria Penyantap Ulat Bulu itu mengincar nyawa
Akane?Apakah Akane bisa bertahan?
Review
Pada saat pertama kali saya lihat novel ini di perpustakaan sekolah,
saya menebak bahwa novel ini adalah novel berjenis misteri, pembunuhan, atau
bernuansa detektif. Novel Terror, ternyata lebih banyak komedi daripada teror
yang dimaksud tersebut.
Dikisahkan Akane, sebagai MC, berencana liburan ke Indonesia bersama
keluarganya. Mereka berasal dari Jepang, namun ibu Akane adalah orang
Indonesia. Namun, sayangnya pesawat yang mereka tumpangi jatuh, pesawat itu
adalah pesawat Lion Air.
Akane selamat, tapi ia tidak tahu dimana anggota keluarganya yang lain,
dan apakah mereka masih hidup. Akane pun tinggal di panti asuhan lalu kabur
karena tidak betah. Saat itulah ia bertemu Hana-neechan, seorang gadis berumur
17 tahun dari Bandung. Hana-neechan tinggal di rumah pohon, ia kabur dari
rumahnya karena kesal dengan ayahnya. Lalu, Akane tinggal sebentar di rumah
Hana-neechan dan tak lama mereka bertiga, bersama Galih-niisan, seorang pemuda
seumuran Hana-neechan yang mereka temui di bila tempat mereka sempat menginap,
memutuskan kembali ke Jepang.
Sebelumnya, Akane sudah mengalami teror yang dilakukan oleh Pria
Penyantap Ulat Bulu, julukan pria mencurigakan yang ternyata berniat membunuh
mereka, julukan itu diberikan karena pernah pada suatu hari, Pria Penyantap
Ulat Bulu itu menculik mereka lalu memaksa mereka untuk memakan ulat bulu.
Di Jepang, Akane mengalami lebih banyak teror bersama Hana-neechan dan
Galih-niisan. Mulai dari bom di Harajuku, berbagai upaya penculikan dan
pembunuhan, dan masih banyak lagi. Semua itu dilakukan oleh satu tersangka,
Pria Penyantap Ulat Bulu. Akane juga akhirnya bertemu dengan Akemi-niichan,
kakaknya, lalu okaa-san (ibu) dan otou-san (ayah) nya.
Walau dibumbui dengan banyak komedi, perjalanan yang menyenangkan di
Jepang, liburan, dan lain-lain, nuansa teror dan misteri tetap menguak di novel
ini. Di akhir bab, pembaca akan menemukan plot twist yang petunjuknya
sudah dibeberkan di bab-bab sebelumnya.
Secara keseluruhan, novel ini terbilang cukup bagus, menarik, dan sangat
bernuansa Jepang (juga otaku atau wibu, maaf tidak bermaksud menyinggung,
karena saya juga). Ada banyak kosakata bahasa Jepang yang biasa ditemukan di
anime atau manga di novel ini. Namun, masih banyak sekali typo,
ketidaksesuaian dengan PUEBI, tata bahasa, dan lainnya yang saya temukan selama
membaca novel ini. Ada banyak yang masih harus diperbaiki, tapi novel ini tetap
layak untuk dibaca.


.jpeg)
Komentar
Posting Komentar