Review Novel Bukan Salah Hujan by Ummuchan

 


Identitas buku

Judul buku: Bukan Salah Hujan

Penulis: Ummuchan

Tahun terbit: 2018

Penerbit: Grasindo

Jumlah halaman: 226

Genre: Teenlit, Romance, Fiction

Deskripsi Buku

Itulah mengapa hidup Randu tidak pernah baik-baik saja sejak hari ia kehilangan Rindu. Sampai suatu hari Nadi hadir dan melihat kekeliruan tersebut dalam diri Randu. Nadi mencoba mengembalikan pandangan-pandangan Randu tentang kesalahan di masa lalu, tentang hujan, bahkan tentang kehidupan. Nadi ingin Randu kembali percaya bahwa hujan bukan penyebab kepergian seseorang. Bahwa tidak semua yang terjadi saat hujan turun adalah salah hujan. Sebab hujan sendiri pun tidak pernah meminta dijatuhkan. Ia jatuh ke bumi karena permintaan orang-orang yang ingin menangis, tetapi tidak ingin sendirian.

Review

Novel ini berisi kisah percintaan yang cukup rumit, dimana melibatkan tiga laki-laki yang sama-sama mencintai sang MC, Nadi, wanita cantik yang bekerja sebagai editor buku di Yogyakarta. Nadi dulunya tinggal bersama kedua orangtuanya, namun keluarganya tidak akur karena ayahnya. Ibunya bahkan meninggal karena penganiayaan yang dilakukan ayahnya. Akhirnya Nadi kabur, lalu ditemukan oleh Pak Tua dan tinggal bersama beliau dan istrinya. Istri Pak Tua meninggal tak lama setelah Nadi memilih tinggal bersama mereka. Akhirnya, tinggallah Nadi bersama Pak Tua hingga SMA. Lalu Nadi berkuliah di Jakarta dan bekerja di sana sebelum akhirnya memilih untuk kembali ke Yogyakarta.

Yoga, salah satu laki-laki yang menyukai Nadi. Dia adalah seorang pelajar SMA, walau masih terbilang muda, pola pikirnya cukup dewasa. Awal perjumpaan Yoga dengan Nadi adalah ketika dia mengantarkan pesanan Hot Dog milik Mbak Lepaw ke kantor Nadi, Yoga jatuh cinta pada Nadi pada pandangan pertama. Namun, Yoga harus menerima kenyataan bahwa dirinya memang tidak ditakdirkan untuk Nadi, melainkan hanya sebatas teman dan kakak adik.

Rama, laki-laki yang pernah menjalin hubungan dengan Nadi saat Nadi masih di Jakarta. Diketahui bahwa dia merupakan ketua klub sastra. Rama bertemu kembali dengan Nadi saat Nadi bertugas di Jakarta pada training terakhirnya yaitu menjadi ketua panitia kegiatan yang sering diadakan kantornya. Rama kembali tertarik dengan Nadi, lalu ikut dengannya ke Yogyakarta dan menghabiskan beberapa hari berlibur dengan Nadi. Rama sempat meminta Nadi balikan, walau Nadi menerimanya, Rama sadar bahwa Nadi tidak benar-benar menerimanya, melainkan itu semua untuk Randu.

Randu, seorang laki-laki dewasa pemilik kios Hot Dog dekat kantor Nadi dan Mbak Lepaw, sebelumnya memiliki kekasih bernama Rindu, yang belum lama pergi meninggalkan Randu. Randu sangat terpuruk selepas meninggalnya Rindu, dia bahkan sampai menutup kios Hot Dog miliknya dan bertekad tidak akan makan Hot Dog lagi serta membenci hujan. Kondisi Randi semakin memburuk sejak kepergian Nadi ke Jakarta dan menghilangnya Yoga. Randu akhirnya menyusul Nadi ke Jakarta tepat saat Nadi pulang ke Yogyakarta bersama Rama. Namun, pada akhirnya Nadi memilih untuk mengutarakan perasaannya kepada Randu begitu juga sebaliknya.

Kisah dalam novel ini cukup membuat saya terharu, dan ada banyak amanat yang dalam diambil. Seperti, hujan bukanlah penghalang, karena hujan sendiri tidak memilih untuk meneteskan airnya. Hujan bukanlah alasan, karena ia sendiri tidak pernah meminta untuk dijatuhkan.

Setiap karya seni tidaklah sempurna, begitu juga novel ini. Saya menemukan beberapa typo dan kesalahan tata bahasa sepanjang membaca novel ini. Namun tidaklah mengurangi minat saya untuk segera melahap habis novel ini. Sangat direkomendasikan untuk para remaja dan orang dewasa penggemar novel romansa!

 

 

Komentar

Postingan Populer