Review Teenlit Jurnal Jo

         



Identitas buku

Judul buku: Jurnal Jo

 Tahun terbit: 21 April 2013

Tebal halaman: 244 halaman

Penulis: Ken Terate

Penebit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Teenlit

Deskripsi buku

Peraturan jadi remaja :

1. Tidak boleh memakai celana pendek (apalagi di depan cowok).

2. Punya baju dan aksesoris oke (apalagi yang bisa membedakanmu dari anak-anak SMP yang seragamnya sama membosankannya).

3. Harus memakai deodoran (walau geli rasanya).

4. Memakai pakaian dalam yang seharusnya, sesuai pertumbuhanmu (tahu kan maksudku?).

5. Harus punya geng yang keren (meski mereka sangat menjengkelkan, tahan saja, daripada dianggap kuper).

6. Harus punya pacar (ini syarat supaya kamu diakui sebagai remaja keren).

Ternyata susah bangeet jadi anak remaja, sampai-sampai kadang-kadang, aku (Jo Wilisgiri, 12 tahun) berharap aku ga perlu tumbuh. Aku kangen banget pada masa SD-ku. Apalagi aku mulai kehilangan sahabat baikku dan dikhianati cowok yang ku kagumi. Satu kata untuk masa SMP-ku: MENGERIKAN.

Review

    Yuk, kenalan dengan Josephine Wilisgiri! Atau lebih sering dipanggil dengan, ‘Jo’. Walau sebenarnya, Jo ini juga punya panggilan keren dari geng gaulnya,’Luna’, haha lucu ya. Yap, geng ini adalah sekumpulan cewek-cewek kece tapi berotak kosong, setidaknya begitulah Jo menyebutnya. Berawal dari Sally, sahabat baik Jo sejak SD yang tidak-tiba kepingin jadi anak gaul seperti Novi atau Novi Ovum (lagi-lagi itu sebutan dari Jo), anak kelas 11 yang juga teman Jo. Sejak saat itu Jo jadi sebal dengan Sally yang akhirnya masuk geng ‘Harry Potter’ itu, yang isinya ada Hermione as Nadine, Parvati as Tiurma, Cho as Mei, Ginny as Sally, dan terakhir, yakni sang MC sendiri, Luna as Jo. Lucu ya, ada panggilan khusus begitu, tapi ternyata ekspetasi tidak selalu seindah realita. Geng tersebut lebih terlihat seperti sekumpulan anak-anak sok dan suka flexing (pamer, sepertinya kata tersebut sudah jarang dipakai), juga menyebalkan bagi murid-murid lain. Waduh, bagaimana bisa Jo ikutan dengan geng berisi anak-anak tersebut? Baca bukunya ya!

    Selain itu, disini kita juga akan disuguhkan kisah asmara antara Andre dan Jo, Andre yang juga seorang ketua klub sastra yang diikuti Jo itu! Dia adalah laki-laki yang memiliki kemampuan public speaking yang baik, pintar, tampan, dan menyenangkan. Itulah yang Jo rasakan saat pertama kali bertemu dengan laki-laki tersebut. Eh, Jo berubah pikiran! Andre akhirnya masuk ke daftar anak laki-laki yang dibencinya. Kenapa ya?

    Sedangkan Rajiv, seorang pemuda kelas 11 yang menjadi partner Jo dalam melaksanakan program kegiatan karang taruna, adalah seseorang yang bijaksana, humble, dan tulus, sekaligus merupakan keturunan India yang tinggal di Indonesia bersama keluarganya. Rajiv menempati posisi pertama laki-   laki yang ingin dipacari Jo setelah mengetahui kebusukan Andre.

    Dalam Teenlit ini juga, kamu akan disuguhi banyak sekali problem-problem anak remaja, seperti kewajiban memakai miniset dan deodorant. Dalam hal ini, tentu mencari pacar juga termasuk ke dalam list kewajiban bagi remaja-remaja yang baru atau sedang mengalami pubertas. Ken Terate sangat menggambarkan hal tersebut dengan baik, melalui Jo, kita akan menyelami kehidupan anak remaja yang super ribet dan emosional!

 

 

 

Komentar

Postingan Populer